"Tantangan ke depan bukan lebih ringan, tapi mungkin lebih berat. Dan disaat Allah meng-amanah-kan beban yang berat, janganlah minta di...

When Allah Gives You Some 'Amanah'

9:39 PM Azzuraniarna 2 Comments

"Tantangan ke depan bukan lebih ringan, tapi mungkin lebih berat. Dan disaat Allah meng-amanah-kan beban yang berat, janganlah minta dikurangi beban. Tapi mintalah supaya pundak kita lebih kuat menanggung nya"
- Someone -


Pernah gak sih mikir kok Allah kasih gue amanah ini ya? Kenapa harus gue yang pegang tanggung jawab ini? atau pernah gak sih at the same time ngerasa pusinggg bangett, kayak ada tekanan di segala sisi entah itu di rumah, di kantor, di komunitas yang di ikutin, rasanyaa aaakkkkk pengen pecah kepala dan rasanya "sabar dongg atu2" seolah semua orang seperti menuntut banyak hal ini dan itu untuk segera di selesaikan, Boooomm 💣

Just take a deep breath.. Inhale, exhale... 😮‍💨

Kadang dalam kondisi kayak gini, dibutuhin yang namanya belajar manajemen emosi, karna akan bisa aja meledak kalo gak ke kontrol dan khawatirnya malah menyakiti orang lain huhu

Padahal di sisi lain, kita juga dituntut untuk tetap “waras” di berbagai peran yang lagi di jalanin, as a lead gimana issue yang ada di team bisa selesai, as a 'mentor' yang kadang kita perlu menjadi orang yang mendengarkan dan mengarahkan ketika 'mentee' kita sedang kesulitan, as a coordinator banyak amanah2 yang harus dipikirkan dan di selesaikan, as a pengemban dakwah pun dengan segala amanah dakwahnya, as a daughter dengan amanah yang dikasih di keluarga tetep harus di jalankan dengan baik daann segala macam peran2 yang sedang kita jalani di kehidupan...

buuuttt in another condition "please lahh gue juga mau di mengerti kalii, gue juga capek akkkk 🤯"

Tapi disinilah kita jadi belajar mengenal berbagai macam sikap orang dalam menghadapi tekanan, melihat macam2 sifat orang, atau bahkan jadi lebih mengenal diri sendiri like "Ohh gue klo lagi setress gini..". Karena konon katanya orang akan keliatan sifat aslinya ketika dihadapi banyak tekanan.. emang iya ya?🙀

Kadang ketika dikasih amanah ngerasa takut gabisa ngejalanin, marah karena ngerasa "Kok gue lagi sih?", khawatir dengan kondisi masa depan klo ada amanah ini dan prasaan-prasaan lainnya. Dan sebenernya wajar aja manusia punya prasaan2 itu, karena ya sebenernya ini 'potensi' yang udah Allah kasih ke kita bisa merasakan berbagai macam emosi itu. Dan bisa jadi juga ini sebagai bentuk "ujian" dari Allah ketika kita dihadapi berbagai macam cobaan dan tekanan, respon yang kita kasih gimana. 

Tapi gue jadi inget pas lagi belajar tadabur Surat Maryam kemarin. Di surat itu menceritakan tentang ibunda Maryam, seorang perempuan taat yang selalu menjaga dirinya dengan sangat baik. Tapi tiba-tiba Allah kasih beliau sebuah 'Amanah' yang nggak masuk akal secara logika manusia. Allah kasih amanah Maryam untuk mengandung dan melahirkan seorang anak tanpa suami, bayangin aja bukan cuman soal siap apa nggak tapi juga soal pandangan orang tentang dirinya yang "ihh kok gaada suami tapi punya anak?" dan omongan2 orang lain.

Dan di titik itu, sampai Allah abadikan perasaan Maryam dalam firman-Nya: 

“Rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma. Dia (Maryam) berkata, “Oh, seandainya aku mati sebelum ini dan menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan (selama-lamanya).
(QS. Maryam: 23)

Apa yang dirasakan ibunda Maryam itu manusiawi banget, sampai di titik beliau merasa seberat itu menerima amanah tersebut. Kebayangkan sakitnya melahirkan sendirian, kalo di kisahkan disuratnya itu sampe rasanya pengen mati aja. Tapi Allah nggak tinggal diam. Allah kirim pertolongan, Allah kasih ketenangan. Di surat itu juga dikisahkan dalam kondisi setelah melahirkan—lemah, sendirian itu— Allah tetap memerintahkan Maryam untuk menggoyangkan pohon kurma yang keliatannya perintah itu sederhana, tapi secara logikanya manusia perempuan dalam kondisi lemah abis lahiran tuh nggak akan kuat goyangin pohon kurma. Tapi di situlah letaknya, Allah pengen kita tetap berusaha, walaupun kita merasa lemah dan secara logika kita sebagai manusia ngerasa “ahh ini nggak mungkin” tapi pada akhirnya, bukan usaha kita yang menentukan hasilnya—tapi pertolongan Allah yang menyempurnakannya. Allah turunkan kurma dengan mudahnya untuk Maryam biar bisa mengisi tenaga setelah melahirkan.

Dan dari situ gue belajar, kadang kita memang ngerasa nggak mampu. Tapi kalau Allah yang kasih amanah itu, berarti Dia juga yang akan cukupkan kekuatan kita untuk menjalaninya. Dan dari sini gue pun jadi paham kadang Amanah itu nggak selalu datang dengan perasaan bangga. Kadang justru datang dengan rasa takut. Takut nggak mampu, takut gagal, takut nggak bisa jaga sebaik yang seharusnya. Tapi pelan-pelan gue belajar satu hal, When Allah Gives You Some Amanah, itu artinya Dia lihat sesuatu dalam diri kita yang mungkin kita sendiri belum sadar.

Allah nggak pernah salah pilih orang. Kalau Dia titipkan sesuatu ke kita, itu bukan kebetulan, bukan asal2an, bukan juga salah alamat. Mungkin kadang amanah itu datang pas di kondisi kita lagi capek, lagi ngerasa sendirian dan akhirnya buat kita overthingking sendiri. But lets we see in another POV kalo sebenernya amanah itu bukti kalau kita dipercaya sama Allah. Dan dipercaya sama Allah itu bukan hal kecil. Karena pada akhirnya, yang bikin kita mampu bukan diri kita sendiri, tapi Allah yang terus nguatin dari dalam.

Tapi dari sini gue sadar, Amanah itu gak akan salah pundak, mungkin kalo dihitung2 rasanya capek bangett yaa iduupp dengan segala macam amanah nyaa, amanah bukan cuman soal oh kita dapet tugas ini, atau jadi koordinator apa gitu ya, tapi amanah pun bisa berupa keluarga, anak itu amanah, pasangan juga amanah, pekerjaan pun juga amanah loh, dan hidup yang kita jalanin ini juga amanah, apa yang udah Allah kasih itu semua amanah, gimana biar kita bisa jaga amanah itu, dan semua balik lagi ke tujuan penciptaan kita.

Dann bisa jadi amanah2 yang Allah kasih itu sebenernya bisa buat kita jadi level up, dan Allah gaakan kasih amanah karena Allah udah menakar kita itu bisa, kita itu sanggup, kita itu mampu, karena Allah bilang:

"Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran."
— (QS. Al-Qamar 54: Ayat 49) 

dan di ayat lain Allah juga bilang

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
— (QS. Al-Baqarah: 286)

Cumaaa, kadang manusianya aja yang banyak overthinking nyaa, belum kejadian udah mikir ke khawatiran, ketakutan dan kemungkinan2 yang jauh kedepan yang sebenernya belum tentu terjadii, pas udah dijalanin dan dilewati ternyata bisa juga 😌

Yaa itulah hidup, tempatnya capek, kalau mau gak capek nanti di akhirat, didunia ini gimana kita ngumpulin amalan2 yang banyakk dulu buat bekel di akhirat, kalo kata ust Somad "Kalau mau hadiahnya syurga ya harus capek, kalo gamau capek ya hadiahnya kipas angin..😁"

Soo, amanah apapun yang lagi Allah kasih ke kita, semangat ya semoga Allah mudahkan langkah kita semua. Karena pada akhirnya, amanah itu bukan tentang seberapa berat ia terasa, tetapi tentang seberapa tulus kita menjalaninya. 

Ganbaru!💪


- Azzuraniarna -

2 comments:

  1. Dapet banget feel-nya… apalagi bagian soal Maryam itu 🥺
    Jadi keinget kalau ternyata kita cuma disuruh usaha, sisanya Allah yang cukupin. Ngena banget sih, makasih ya mba udah sharing..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maasyaallah Alhamdulillah, smg bisa membantu untuk terus meyakinkan diri dalam menerima amanah yg Allah kasih, tetap semangat kak ❤️

      Delete